Skip to main content

Akhir Sebuah Negeri



Saya ngeri sendiri membayangkan tentang berakhirnya sebuah negeri, bukan detik ketika negeri itu berakhir, bukan. Tetapi menuju akhirnya, sakitnya sebuah negeri yang akan mati, itu yang lebih mengerikan untuk dibayangkan.
Tiap sore kamu menyaksikan bocah kecil riang berlarian menuju mushola untuk ngaji A Ba Ta, mengeja bahasa Al-Qur’an, dan sekarang hilang. Tiap pekan kamu melihat, juga terlibat, diacara carfree day yang diadakan di jalan protokol kotamu, tapi sekarang tinggal puingpuingnya, orang terlalu takut untuk keluar rumah, meski didalam rumahpun mereka masih saja merasa ketakutan sebenarnya (tidak ada pilihkan). Jika sudah begitu, jangan dengan lancangnya kamu membayangkan bisa jalan-jalan, menikmati hijaunya pegunungan, atau duduk-duduk malas di kedai fried chicken bonafit itu.
Rasanya begitu egonya kita, membayangkan indahnya surga, tapi menciptakan neraka didunia, sakitnya lagi itu hanya untuk diri sendiri, orang lain entahlah. Apa tidak terbayang bagi kita, berapa saudara kita yang tidak lagi bisa berangkat berjamaah ke masjid karena di rumah Allah itu, saat sujud, minggu lalu bom meledak, teror dimana-mana.

Comments

Popular posts from this blog

Mengemudikan Kendaraan, Menjaga Kesadaran

Mungkin sudah menjadi rutinitas kita dalam berkendara kita memegang kendali kemudinyanya, apalagi di Negara seperti indonesia yang mass transportation baru-baru saja berkembang dan belum menjangkau semua kalangan. Kepemilikan kendaraan pribadi menjadi hal yang lumrah bahkan harus, maka tidak heran dalam satu rumah bisa memiliki 3 kendaraan roda dua, satu untuk kakak ke sekolah, satu untuk ibu ke pasar dan standby di rumah, satu lagi buat ayah ke tempat kerja. Ada hubungan menarik terkait manusia dan kendaraannya yang ingin saya kupas, satu ini adalah terkait antara aspek psikologis dan kendaraan itu sendiri. Menurut Benjamin Bloom dalam bukunya Taxonomy of Educational Objective (1956) disebutkan jika dalam pendidikan atau bisa kita sebut sebagai kemampuan manusia terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu kognitif yang berkaitan dengan kecerdasan dan aspek intelektualitas lainnya, afektif yaitu terkait perasaan, minat dan sikap, dan psikomotorik terkait dengan keterampilan gerak. Ketiga asp...

Sekapur Sirih: Diary Kecil

Sekapur Sirih Awalnya aku binggung mau Membuat Cerpen seperti apa, sekian lama aku mencari ide, akhirnya ketemu juga. Ini adalah sebuah pengalaman Pribadi, aku anggap pantas untuk merubahnya kedalam sebuah cerpen. Semoga karangan dari Sebuah kisah nyata ini mampu menjadi bacaan ringan dan mampu memberikan Manfaat. Amin. Tips membaca : 1.        Bayangkan Kamu menjadi Si Pelaku Cerita. 2.        Cari suasana yang nyaman untuk membaca. 3.        Baca dengan seksama tapi tetep nyantai. 4.        Baca “Bismillah” 5.        Mulailah membaca. Penulis.                 DIARY KECIL P erkenalkan nama ku Dodik Dermawan, teman-temanku biasa memangilku Dodik, tapi kalau dirumah aku dipanggil Wawan. Aku Pindahan Dari SDN 1 Purworejo. Ada yang mau ditanyak...

Garuda Indonesia