Skip to main content

Last Night at Pempek Factory

Pempek dan Palembang rasa-rasanya tidak dapat dipisahkan, huruf depannya saja sama, meski mungkin sebenarnya tidak ada hubungannya. Lebih dari 10 Bulan menjadi bagian dari skrup-skrup Kota terbesar kedua di Bumi Andalas ini menyisakan banyak pengalaman dan pembelajaran. Kalau katanya patah hati yang paling sakit adalah ketika: Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, hilang pas lagi cinta-cintanya, maka hampir seperti itu yang dirasa, karena sudah mulai nyaman dengan udaranya, dengan sekitarnya, telah berdamai dengan kulit yang menghitam, dengan debu yang lebih mrnrmpel dibandinkan sisa-sisa kerak sabun, dengan bau karet dan bau badan sendiri, dengan air gambut dan warna kopinya, sudah berdamai.
Tapi memang, sebuh lompatan butuh pemicu dengan cara turun dahulu, kalau tidak begitu tidak terpacu dan melaju, harus berhijrah lagi, bismillah. Kita lanjut perjalanan ke Bogor esok. Terimakasih Sumatera Selatan dan hiruk senyap di dalamnya, sampai jumpa lagi di lain kesempatan.

Comments

Popular posts from this blog

Mengemudikan Kendaraan, Menjaga Kesadaran

Mungkin sudah menjadi rutinitas kita dalam berkendara kita memegang kendali kemudinyanya, apalagi di Negara seperti indonesia yang mass transportation baru-baru saja berkembang dan belum menjangkau semua kalangan. Kepemilikan kendaraan pribadi menjadi hal yang lumrah bahkan harus, maka tidak heran dalam satu rumah bisa memiliki 3 kendaraan roda dua, satu untuk kakak ke sekolah, satu untuk ibu ke pasar dan standby di rumah, satu lagi buat ayah ke tempat kerja. Ada hubungan menarik terkait manusia dan kendaraannya yang ingin saya kupas, satu ini adalah terkait antara aspek psikologis dan kendaraan itu sendiri. Menurut Benjamin Bloom dalam bukunya Taxonomy of Educational Objective (1956) disebutkan jika dalam pendidikan atau bisa kita sebut sebagai kemampuan manusia terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu kognitif yang berkaitan dengan kecerdasan dan aspek intelektualitas lainnya, afektif yaitu terkait perasaan, minat dan sikap, dan psikomotorik terkait dengan keterampilan gerak. Ketiga asp...

Sekapur Sirih: Diary Kecil

Sekapur Sirih Awalnya aku binggung mau Membuat Cerpen seperti apa, sekian lama aku mencari ide, akhirnya ketemu juga. Ini adalah sebuah pengalaman Pribadi, aku anggap pantas untuk merubahnya kedalam sebuah cerpen. Semoga karangan dari Sebuah kisah nyata ini mampu menjadi bacaan ringan dan mampu memberikan Manfaat. Amin. Tips membaca : 1.        Bayangkan Kamu menjadi Si Pelaku Cerita. 2.        Cari suasana yang nyaman untuk membaca. 3.        Baca dengan seksama tapi tetep nyantai. 4.        Baca “Bismillah” 5.        Mulailah membaca. Penulis.                 DIARY KECIL P erkenalkan nama ku Dodik Dermawan, teman-temanku biasa memangilku Dodik, tapi kalau dirumah aku dipanggil Wawan. Aku Pindahan Dari SDN 1 Purworejo. Ada yang mau ditanyak...

Garuda Indonesia