Skip to main content

Posts

Dikotomi Kemerdekaan dan Biologi

Mudah saja kita menyatakan merdeka merdeka saat ini, tapi sedikit sekali yg mau mengucapkannya. Sulit sekali kita menyatakan merdeka merdeka sebelum 1945, tapi banyak sekali yang ingin mengucapkannya. (Anonim, 2016) Kita dihadapkan benturan esensi dan persepsi tentang kemerdekaan. Termasuk bagi orang-orang yang turun dan berkecimpung dalam dunia ke-biologi-an. Berbicara tentang biologi tentu kita tidak membahas sempit tentang sebuah jurusan di perguruan tinggi atau malah sedangkal mata pelajaran yang dipenuhi hafalan. Bebicara biologi, kita berbicara tentang kehidupan itu sendiri. Bio; hidup, logi; ilmu, dari definisinya saja sudah sangat gamblang tentang luasnya biologi itu. Maka bukan sebuah kesombongan jika dikatakan bahwa era kedepan adalah era biologi, era berikutnya adalah 'pertarungan' sumberdaya hayati. Dan, Indonesia yang hari ini berusia 71 tahun menjadi pemeran utamanya. Sudah menjadi fakta umum bahwa Indonesia memiluki kekayaan hayati nomor 2 didunia setelah Braz...

Jalan Layang Kita

Pagi itu, pukul tujuh, hampir sama seperti hari-hari sebelumnya, tak ada yang terlalu spesial, tak jauh berbeda, rutinitas yang sama saja sejak beberapa bulan terakhir. Syukur ku ucap, bagaimana tidak? Setiap harinya ku hirup udara segar, hati dan jiwapun tenang dan merasa aman, membayangkan diluar sana, banyak-banyak orang yang ketakutan setiap harinya, bahkan kata harapan menjadi sesuatu yang langka bagi mereka, padahal itu satu-satunya senjata melawan takut menurut Snow (2012) . Melewati jalan magelang jam segitu, padat dan cepat, ciri-ciri jalan lintas provinsi, penghubung antara D.I. Yogyakarta dengan Jawa Tengah utamanya. Plat AA dan AB berlomba-lomba memacu kendaraan melaju memasuki kawasan perkotaan yang mulai memadat ini. Pada titik pertemuan antara Jalan ini dengan jalan lingkar (ringroad) utara, merupakan titik yang aku nikmati, kenapa? karena titik ini merupakan proyek bertahun yang telah rampung dan berdiri gagah melambangkan kota metropolitan, flyover. Berbicara m...

Startup Buat Apa?

Baru-baru ini saya cukup banyak membaca artikel mengenai startup. Yang terbaru saya membaca opini menarik dari Putri Izzati di ziliun.com dengan judul 'Bikin Startup Bukan Buat di-Invest' berbicara tentang tujuan sebuah startup berdiri dan dampaknya terhadap startup itu sendiri. Dalam opini tersebut disampaikan jika sebuah startup itu bisa gagal ( dan memang kebanyakan seperti itu) karena banyak faktor. Tapi yg ditekankan penulis adalah Karena gagal pada niat awalnya. Kegagalan karena niatnya untuk dapat invest, untuk keren-kerenan saja dilengkapi faktor lain seperti menajalankan startup tanpa riset dan kesombongan diri sehingga merasa semua bisa dilakukan sendiri. Menanggapi opini yg diaampaikan, di sini saya bisa berkata startup adalah alat. Sebuah tool yg kita manfaatkan untuk memberikan kontribusi dan peran dimasyarakat. Layaknya alat dia memeliki komponen, aturan dan cara kerja, serta arah pengunaan alat itu sendiri. Kali ini saya akan coba berpendapat tentang arah peng...

Mungkin

Mungkin gurun dapat menjawab kekeringan hati ini, Mungkin kutub akan mengerti arti dinginnya hati, Mungkin juga api mengerti, mudah tersulutnya kita oleh dengki, Kita terlalu lama dibungkam kawan, Bungkam oleh ketakutan ketakutan kemungkinan, Kita terlalu lama memendam luka kawan, Luka dalam tak terkatakan Tapi luka apa? Darimana? Tak tahu juga aku menjawabnya, Mungkin, aku sendirilah penyebabnya, Lagi-lagi kemungkinan  Pagi rasa malam, 11 Februari 2016

Sholat

Sholat, Jika boleh aku mengibaratkan, Kau adalah gadis cantik dengan gerakan lemah gemulai, Suara lembut berisi do'a-do'a dan pujian. Jika boleh aku mengibaratkan, Kau adalah bintang-bintang yang berpendar dalam gelapnya hati-hati manusia, Memancarkan cahaya ditengah kekusaman hati-hati kami. Sholat, apakah kau hanya jadi rutinitas kami, Lima kali sehari, tujuh belas raka'at. Sholat, sedih, jika demikian adanya. Sholat, senang rasanya tau bahwa kau akan jadi teman kami di Akhirat nanti, menjadi jawaban pertama dari pertanyaan-pertanyaan Tuhan. Dodik Dermawan, Yogyakarta, Hujan lagi 5 Februari 2016.

Jauh Darinya

Saat hujan, yang paling dekat adalah air. yang paling jauh jugalah air. Tanpa kita sadar, dia telah jatuh dari tempat yang tinggi. Mungkin kita lupa akan proses cinta itu. Laksana hujan, siklus air, terangkat, bereaksi, menyatu, membesar jatuh, mengalir, memanas, dan terangkat lagi Dodik Dermawan, Hujan di Yogyakarta 1 Februari 2016

Peluang Strategis Asosiasi Petani

‘’Semakin dekat pekerjaan itu dekat dengan tanah, semakin kurang berkelaslah pekerjaan itu minke” kata Ibu minke dalam Novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya. Dan tentu kita sepakat jika petani, adalah profesi yang sangat dekat dengan bahan hasil pelapukan batuan dan materi organik ini (tanah). Petani dipandang dari sisi historisnya telah menjadi kemampuan muthakhir dalam perkembangan umat manusia yang awalnya berpindah-pindah dan hanya berburu, lalu berkembang menjadi bercocok tanam, memproduksi sumber makanan melalui pertanian. Sudah barang tentu ini merupakan kelakuan sadar manusia jika alam tidak mampu lagi menghasilkan sesuatu untuk memenuhi kebuuhan populasi manusia yang semakin meningkat, jika tidak melakukan suatu proses produksi. Pada tahun 1980 Robert Maltus mencentuskan ‘Revolusi Hijau’ yang diartikan sebagai peningkatan produksi pertanian semaksimalnya dan menekan pertumbuhan penduduk seminimalnya. Di Indonesia pada khususnya melalui Presiden Soeharto mencanangkan p...